Ide dasarnya adalah hasil apapun yang kita peroleh; rasa bahagia atau frustasi, kesehatan yang prima atau sakit sakitan; kita kaya atau miskin, sukses atau gagal, merupakan hasil dari respon kita terhadap kejadian (events) yang kita alami dalam hidup kita.
Kita bisa saja selalu menyalahkan kejadian (events) yang
menimpa kita atas hasil (outcome) buruk yang kita peroleh. Hal ini tidak akan
memberikan dampak perbaikan apapun dalam kehidupan kita. Yang ada malah
frustasi berkepanjangan karena kita ternyata tidak mampu mengubah kejadian itu.
Ternyata bukan kejadiannya yang mesti kita ubah. Tapi
diri kitalah yang harus berubah. Respon kita terhadap kejadian itulah yang
menentukan kualitas hasil (outcome) sehingga sesuai dengan yang kita
inginkan. Mari kita bayangkan pada tiga situasi yang sering kita alami diatas.
Situasi pertama; kita tidak mampu merubah sikap
atasan kita untuk lebih fair, namun kita bisa mengubah respon kita. Kalau kita
selalu minta masukan sisi mana saja yang masih kurang dari pekerjaan kita dan
solusi perbaikan apa yang dia tawarkan. Maka setahap demi setahap kualitas
pekerjaan kita akan semakin meningkat.
Seandainyapun ini sudah kita lakukan bertahun tahun dan
atasan tetap tidak fair. Tanpa kita sadari kualitas pekerjaan kita sudah
meningkat jauh. Sudah saatnya kita mencari pekerjaan lain. Banyak sekali
pekerjaan diluar sana yang membutuhkan kita. Atau bisa juga kita mendirikan
perusahaan sendiri.
Situasi kedua; kita tidak mampu merubah sikap
tidak professional mitra kita. Kalau respon kita hanya selalu mengeluh, maka
tidak ada perbaikan apapun pada kita sendiri. Ya mudahnya kita tinggalkan saja
mitra seperti ini. Kita perbaiki diri kita sendiri untuk bisa mengisi kelebihan
yang dimiliki mitra kita, atau kita cari mitra baru yang lebih professional.
Situasi ketiga; banyak orang stress dan frustasi
setiap hari menghadapi kemacetan lalu lintas. Usaha paling minimal yang bisa
kita lakukan adalah kita berkendara dengan disiplin. Untuk menghindari
kemacetan, kita bisa berangkat lebih pagi. Bisa juga kita siapkan buku atau
majalah yang bisa kita baca (kalau pakai sopir) atau mendengarkan siaran radio
yang bermanfaat atau musik.
Jadi keputusan ditangan Anda.
Mau frustasi berkepanjangan atau merubah respon Anda
dengan hal hal yang lebih bermanfaat sehingga outcome nya memperbaiki kualitas
hidup anda.*
