Dia tidak ‘membunuh’ orang lewat bibirnya. “Ia berpikir, mempertimbangkan, mengamati dengan saksama, mencari bukti, dan mendengarkan. Ia berhenti sejenak untuk mengamati. Ia berhenti mengatakan sesuatu sebelum salah bertindak. Ia berhenti sebelum mengambil keputusan tersembunyi. Ia melihat dan terus mendengarkan.”
Mendengarkan memang suatu hal yang sulit bagi orang-orang
yang agresif, energik, dan pintar. Tetapi seorang pemimpin, termasuk para entrepreneur,
harus melatih diri sendiri untuk selalu dapat menerima keadaan. “Anda harus
mendengarkan apa yang bahkan tidak diungkapkan dengan kata-kata. Anda harus
mendengarkan pelanggan, pemasok, kolega, pesaing, dan semua orang,” tulis
Fox.
Dan untuk menjadi pendengar yang baik, seorang
entrepreneur harus belajar, karena memang hal itu dapat dipelajari dan bisa
dilatih. “ Ketika seseorang bicara, berhentilah dari aktivitas yang sedang
Anda kerjakan, lihat kepada orang yang bicara dan dengarkanlah. Seorang pendengar
yang baik biasanya juga adalah teman bicara yang baik,” tulis Fox.*
